Sopir Truk Jatim Protes Aturan Barcode BBM Subsidi

Malang Posco Media – DPRD Jatim menyerap aspirasi masyarakat, khususnya para sopir logistik, atas kebijakan pembatasan pembelian BBM subsidi. Dewan Jatim merespon cepat, dan segera mencari langkah solutif bagi para sopir.
Bahkan para sopir logistik mengancam akan melakukan aksi demonstrasi besar pada 29-30 April 2026. Jika persoalan di lapangan tidak segera diselesaikan, karena diakui dapat menghambat distribusi logistik jarak jauh.
Ketua DPRD Jatim Musyafak Rouf, Senin 27 April 2026 mengaku menghormati semua bentuk aspirasi masyarakat. Namun, Ia juga meminta masyarakat mengerti atas kondisi geopolitik yang turut mempengaruhi pasokan BBM.
“Saya menghormati daripada aspirasinya para supir. Tetapi kan kita juga melihat situasi geopolitik yang tidak menentu ini pemerintah sedemikian rupa mencarikan solusi, supaya semuanya bisa terwadahi walaupun tidak bisa maksimal,” katanya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah resmi membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan Solar) maksimal 50 liter per kendaraan per hari, mulai 1 April 2026. Langkah ini diambil, untuk merespons lonjakan harga minyak dunia.
“Misalkan dibatasi dengan maksimal 50 liter dan sebagainya, itu adalah supaya masyarakat bisa mendapatkan secara merata. Kalau di loose (tanpa batas, red) boleh seberapapun, mesti nanti akan ada yang tidak mendapatkan (BBM),” ujarnya.
Selain untuk pemerataan, kebijakan tersebut, lanjut Musyafak, mengurangi dampak penumpukan antrean di SPBU, karena kehabisan BBM. Sehingga sistem kuota tersebut, memberi pemerataan suplay di masing masing SPBU.
“Karena kuota itu sudah ditentukan, misalkan wilayah ini sekian, kalau itu di loose, ya nanti akan ada yang tidak mendapatkan. Nah itu mohon untuk dipahami, karena ini bukan persoalan lokal tetapi persoalan nasional, internasional, geopolitik yang terjadi,” tuturnya.
Selain pembatasan pembelian BBM subsidi, yang dikeluhkan para sopir adalah penggunaan QR Code BBM subsidi yang dinilai menghambat operasional. Tidak sedikit sopir mengaku kesulitan menemukan SPBU yang menyediakan solar, terutama untuk rute panjang seperti Jawa–Kalimantan. (has)




