Ada Titik Terang, Pemkot Malang dan Pemprov Jatim Sepakati Solusi Jangka Pendek untuk Velodrom

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Persoalan pengelolaan fasilitas balap sepeda Velodrom di Kelurahan Madyopuro mulai menemui titik terang. Pemkot Malang dan Pemprov Jawa Timur sepakat menempuh solusi jangka pendek terlebih dahulu, terutama menjelang gelaran Porprov 2027 dan PON 2028.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengungkapkan, kesepakatan ini menjadi angin segar setelah sebelumnya terdapat ketidakpastian status asetnya. Lahan Velodrom sudah dipastikan merupakan aset Pemkot Malang, sementara bangunannya dipastikan belakangan merupakan aset dari Dispora Provinsi Jawa Timur.
“Solusi jangka pendeknya, kedua belah pihak sepakat akan melakukan pembahasan draf PKS, atau kerja sama pengelolaan Velodrom yang ada di Kota Malang tersebut,” ungkap Baihaqi kepada Malang Posco Media, Kamis (18/6).
Penyusunan draf PKS pengelolaan Velodrom tersebut pun dipastikan segera dilakukan dalam waktu dekat ini. PKS ini akan menjadi payung hukum agar Pemprov Jatim bisa segera menyentuh aspek pemeliharaan bangunan yang memang menjadi kewenangan mereka.
Langkah maju ini berhasil dicapai setelah Pemkot Malang bersama BKAD dan Komisi B DPRD Kota Malang melakukan konsultasi ke BPKAD Provinsi Jatim. Gayung bersambut, belum lama ini Wali Kota Malang Wahyu Hidayat juga berkomunikasi langsung dengan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim serta Kepala Dispora Provinsi Jatim saat pembukaan Piala Tenis MA. Pihak Pemprov Jatim menyambut positif untuk segera menindaklanjutinya.
“Kami terus dorong komunikasinya. Melalui solusi jangka pendek (PKS) ini, mudah-mudahan pada Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 nanti sudah ada aksi nyata dan anggaran yang dialokasikan oleh Pemprov untuk perbaikan,” tambah Baihaqi.
Kondisi Velodrom saat ini memang memerlukan penanganan mendesak. Kerusakan serius terjadi pada lintasan balap sepeda, ditambah dengan kondisi atap gedung yang bocor, hingga tidak terawatnya rerumputan yang ada di dalamnya. Jika perbaikan rampung, Pemkot Malang berencana memanfaatkan area tengah Velodrom agar bisa digunakan multifungsi untuk cabang olahraga lain, seperti ‘skateboard’.
Mengenai opsi jangka panjang seperti hibah aset secara menyeluruh, Baihaqi menyebut hal itu masih memerlukan proses mekanisme yang panjang. Sehingga fokus kedua pemerintah saat ini adalah mengamankan kelayakan tempat latihan bagi para atlet balap sepeda Jatim, khususnya di Malang Raya.
“Yang terpenting demi anak-anak atlet kita, tempat berlatihnya harus layak dalam rangka mengukir prestasi. Solusi jangka pendek melalui PKS inilah yang kini paling siap kita eksekusi bersama,” pungkasnya. (ian/van)




