APBD Terbatas, Bidik CSR untuk Peremajaan Kampung Tematik

KAMPUNG /TEMATIK: Salah satu kampung tematik di Kota Malang menjadi daya tarik wisatawan yang perlu mendapat sentuhan Corporate Social Responsibility (CSR) untuk peremajaan kampung tematik.
Pemutihan Pajak Daerah 2026

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Pemkot Malang mulai membidik dana tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung peremajaan kampung tematik. Langkah ini ditempuh karena keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membiayai pengembangan kawasan wisata tersebut.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Arif Tri Sastyawan mengatakan, kampung tematik masih menjadi salah satu potensi wisata yang terus dikembangkan. Sejumlah kampung tematik yang telah dikenal di tingkat nasional misalnya seperti Kampung Kayutangan, Kampung Warna-Warni, Kampung Biru, dan Kampung Putih.

Arif mengakui kondisinya kini sudah perlu diremajakan, namun pembiayaan pengembangan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD.

Pemutihan Pajak Daerah 2026

“Peremajaan itu pastinya diperlukan. Tapi kami kan tidak bisa menggunakan dana APBD karena memang terbatas. Makanya ini sedang kami dorong supaya ada dari dana-dana CSR nanti,” kata Arif, Selasa (29/9).

Arif menjelaskan, pihaknya akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) teknis untuk mencari skema pendanaan dari perusahaan. Salah satunya dengan melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).

“Jadi dengan OPD itu nanti bagaimana caranya mencari dana CSR untuk bisa mengembangkan salah satu kampung tematik yang ada di Kota Malang itu. Di dua OPD itu akan kami koordinasikan bersama,” ujarnya.

Selain kampung tematik, Arif menyebut potensi sport tourism juga menjadi salah satu sektor yang cukup banyak berkembang di Kota Malang. Pengembangan berbagai potensi tersebut diharapkan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas destinasi yang sudah ada.

“Sport tourism ini pun bisa dipadukan dengan destinasi wisata kampung tematik. Misalnya seperti event lari, event sepeda, itu banyak yang sengaja merancang rutenya melewati destinasi wisata itu. Jadi seperti kampung tematik ini pun penting untuk peremajaan,” tandasnya. (ian/aim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *