Diproyeksi Beroperasi November 2026, Rencana Transjatim Kepanjen-Hamid Rusdi Diperkuat 15 Unit Bus

Kadishub Jatim Dr Nyono ST MT

MALANG POSCO MEDIA- Angkutan massal berbasis Buy The Service (BTS) Trans Jatim koridor Kepanjen–terminal Hamid Rusdi Malang diproyeksikan akan meluncur, bulan November 2026 mendatang.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim sedang  mematangkan seluruh piranti untuk suksesnya koridor 9 Trans Jatim tersebut.

Itu diungkapkan Kadishub Jatim Dr Nyono ST MT  kepada Malang Posco Media (MPM) usai menggelar Rakor Dukungan Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api di Kantor Dishub Jatim, akhir pekan lalu.

‘’Semoga bisa lebih cepat. Karena, sampai saat ini, kita juga masih menunggu turunnya anggaran yang akan digunakan. Tentunya melalui P-APBD (Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2026,’’ kata Nyono.

Disebutkan Nyono, rencana ekspansi koridor bus Trans Jatim di kawasan Malang Raya ini tampaknya berjalan lebih lambat dari perkiraan awal. Karena, Pemprov Jatim hingga kini belum bisa mengetuk palu terkait penambahan rute yang menghubungkan Kabupaten Malang dengan Kota Malang ini.

Faktor keterbatasan anggaran daerah dan skala prioritas menjadi tantangan utama yang harus diurai. Sampai-sampai Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa harus pandai-pandai menentukan posisi karena banyak aspek yang harus dipertimbangkan.

‘’Secara demand, koridor Kepanjen-Terminal Hamid Rusdi cukup tinggi. Karena akses dan transportasi masyarakat Kepanjen hendak bepergian ke kota Batu menjadi lebih mudah. Dan murah tentunya,’’ rinci Nyono.

Ditanya tentang anggaran yang dibutuhkan, Nyono kemudian menyebut angka sekitar Rp 25 miliar. Anggaran ini untuk kebutuhan operasional selama 12 bulan. Selain untuk gaji kru, dan pengadaan sarana prasarana juga untuk Bantuan Operasional Kendaraan (BOK).

‘’Karena jatunya di akhir tahun, bisa saja kebutuhan untuk November dan Desember 2026 sekitar Rp 6 sampai Rp 8 miliar. Itu baru estimasi,’’ rincinya sembari  menyebutkan, semoga anggaran ini masuk dan disetujui di P-APBD 2026.

Sementara itu ditemui di tempat yang sama Kabid Angkutan Jalan Dishub Jatim Ainur Rofiq menambahkan, guna mendukung suksesnya koridor Kepanjen-Terminal Hamid Rusdi akan digerakkan sedikitnya 15 unit bus. Dimana 14 bus beroperasi penuh dan 1 unit bus stand by sebagai armada cadangan.

Meski secara detail belum ditawarkan ke penyedia armada (Perusahaan Otobus (PO)), lanjut Rofiq, pihaknya yakin PO-PO di Jatim akan mendukung suksesnya koridor terbaru di Malang Raya ini.

‘’Sebagai catatan saja, semua koridor Trans Jatim load factor-nya (kapasitas angkut) rata-rata di atas 100 persen. Angka hariannya memang naik turun. Tetapi saat dihitung akhir bulan, semuanya over load,’’ pungkas Rofiq. (has/van)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *