Dosen Poltekkes PIM Berdayakan Ekonomi Warga Desa Sumberbening Bantur Lewat Sabun Herbal

Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Poltekkes PIM di Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah.

MALANG POSCO MEDIA – Pengabdian kepada masyarakat merupakan salah satu pilar utama dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh dosen, termasuk di lingkungan Poltekkes Putra Indonesia Malang. Kegiatan dosen kampus yang bertagline “Touch Your Future” ini tidak hanya menjadi bentuk implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan masyarakat agar mampu meningkatkan kualitas hidup secara mandiri dan berkelanjutan.

“Melalui kegiatan pengabdian, dosen diharapkan dapat menjembatani antara hasil penelitian dan kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan pemanfaatan sumber daya alam lokal,” ungkap Dr. Sentot Joko Raharjo, S.Si., M.Si. Dosen Senior Poltekkes PIM.

Dr. Sentot Joko Raharjo, S.Si., M.Si. Dosen Senior Poltekkes PIM.

Ditambahkannya, Desa Sumberbening, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, khususnya di sektor pesisir. Salah satu potensi baru yang sedang berkembang adalah Pantai Pulau Camar. Pantai yang bersebelahan dengan Pantai Kondang Merak ini resmi dibuka pada bulan Januari 2026 sebagai destinasi wisata baru.

Kehadiran objek wisata ini membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dalam konteks pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal, pemanfaatan bahan alam menjadi produk bernilai tambah seperti sabun herbal merupakan salah satu alternatif yang menjanjikan.

Agenda pengmas di Pantai Camar Poltekkes PIM mengajak warga untuk membuat sabun herbal di antaranya Sabun lengkuas, temugiring, kopi, spirulina, charcoal biji kurma yang masing-masing memiliki keunggulan karena menggunakan bahan alami yang relatif aman bagi kulit serta memiliki nilai jual yang tinggi, terutama jika dikembangkan sebagai produk khas daerah wisata. Selain itu, pembuatan sabun herbal juga dapat memanfaatkan bahan-bahan lokal seperti tanaman obat atau hasil alam sekitar yang selama ini belum dimaksimalkan penggunaannya.

Proses pemanfaatan bahan alam menjadi produk bernilai tambah yaitu sabun herbal.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang berfokus pada pelatihan dan pendampingan proses pembuatan sabun herbal, mulai dari pemilihan bahan, formulasi, proses produksi, hingga aspek pengemasan dan pemasaran. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha baru, serta mendukung pengembangan Pantai Pulau Camar sebagai destinasi wisata yang memiliki produk unggulan lokal.

Dengan demikian pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Poltekkes Putra Indonesia Malang di Desa Sumberbening, khususnya di kawasan Pantai Pulau Camar, menjadi sangat relevan dan strategis dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan potensi wisata berbasis produk herbal.

Sementara itu salah satu Mahasiswi Poltekkes Pim, Angelina yang mendampingi pelatihan sabun herbal merasa senang karena kegiatan ini sangat berkaitan erat dengan materi yang sudah pelajari dan dapat menerapkan langsung di lapangan.

“Harapan saya, semoga kegiatan positif seperti ini dapat terus berlanjut dan tidak berhenti sampai di sini saja. Semoga apa yang sudah kami terapkan dan ajarkan dapat memberikan manfaat jangka panjang serta terus dijaga oleh masyarakat setempat,” sebut mahasiswi Poltekkes PIM asal Manggarai NTT tersebut.

Proses pendampingan di kawasan tepi Pantai Camar, dalam program pengabdian masyarakat yang dilakukan Poltekkes PIM.

Sebagai kegiatan pengabdian pertama yang dilaksanakan di kawasan tepi pantai, pendekatan yang digunakan juga mempertimbangkan karakteristik lingkungan pesisir. Hal ini mencakup pemanfaatan bahan-bahan alami yang mudah diperoleh di sekitar wilayah, serta pengenalan konsep produk ramah lingkungan yang sejalan dengan prinsip ekowisata. Dengan demikian, produk sabun herbal yang dihasilkan tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan Pantai Pulau Camar.

“Saya ucapkan terima kasih pada kampus Putra Indonesia Malang, yang telah meluangkan waktu untuk berbagi ilmu dengan masyarakat desa Sumberbening,” ucap Kuslan selaku Kades Sumberbening.

Dengan demikian, konsep pengabdian masyarakat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat, pengembangan potensi wisata, serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam pemanfaatan sumber daya alam di wilayah pesisir. (apr/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *