Target Bulan Ini Angkutan Pelajar Mengaspal

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mematangkan program angkutan pelajar dengan memanfaatkan armada angkutan kota (angkot) yang ada.
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra bahkan menyebut saat ini persiapan program itu telah memasuki tahap akhir. Pelaksanaannya tinggal menunggu terbitnya surat keputusan (SK) dari gubernur terkait nomor peraturan wali kota (Perwal).
“Insya Allah dalam waktu dekat ini, mudah-mudahan bulan Mei ini sudah bisa diluncurkan. Progresnya sudah dekat, tinggal menunggu SK dari gubernur turun,’ ungkap Jaya sapaan akrab Widjaja Saleh Putra, Rabu (6/5) kemarin.
Dalam implementasinya, angkutan pelajar ini akan melayani siswa pada jam tertentu, terutama saat berangkat dan pulang sekolah. Pada waktu tersebut, masyarakat umum tidak diperkenankan menggunakan layanan tersebut, sementara pelajar dapat naik secara gratis.
Namun di luar jam sekolah, armada tersebut tetap dapat digunakan oleh masyarakat umum dengan konsep layanan Buy The Service (BTS) sebagai angkutan feeder. Sebanyak 80 unit angkot disiapkan untuk mendukung program tersebut.
Untuk tahap awal, sistem operasional akan dilakukan secara manual. Pihaknya juga menetapkan standar usia kendaraan yang diperbolehkan beroperasi dalam program ini. Termasuk juga SOP baru yang wajib dipatuhi, seperti tidak boleh merokok, wajib berseragam, tidak boleh ugal-ugalan, hingga tidak boleh memainkan gadget atau HP saat mengemudi.
“Untuk angkutan pelajar, standar kendaraan minimal keluaran tahun 2000. Di bawah itu tidak diperbolehkan. Selain itu ada SOP baru yang kami harapkan nanti bisa dipatuhi sehingga itu bisa menjadi standar layanan yang akan diterima oleh masyarakat,” tegas dia.
Dalam skema yang disiapkan itu, angkot nantinya tidak hanya difungsikan sebagai angkutan pelajar, tetapi juga sebagai pengumpan (feeder) bagi layanan transportasi Trans Jatim. Untuk mendukung hal tersebut, Dishub akan melakukan penataan ulang trayek angkot yang selama ini dinilai sudah tidak relevan.
Ia menjelaskan, trayek angkot yang berlaku saat ini merupakan rancangan lama sejak 1998 dan belum pernah diperbarui. Karena itu, dilakukan rerouting agar lebih sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat saat ini.
“Angkot akan kita ubah rutenya. Selain jadi angkutan pelajar, juga berfungsi sebagai feeder TransJatim. Bentuk feeder bisa macam-macam, bisa angkot eksisting atau bahkan ojek online,” tutupnya. (ian/van)




