Pengabdian Masyarakat Internasional, Dosen FTP UB Berdayakan Petani Teh di Thai Nguyen Vietnam

MALANG POSCO MEDIA – Tim pengabdian masyarakat Universitas Brawijaya (UB) terus bergerak memberikan manfaat, tidak hanya di dalam negeri. Komitmen UB dalam menghadirkan solusi berkelanjutan kini menembus level internasional dengan mengembangkan konsep agri-entrepreneurship sirkular berbasis teh kombucha dan pemanfaatan limbahnya di Thai Nguyen, Vietnam.

Program pengabdian masyarakat internasional bertajuk “Pemberdayaan Agri-Entrepreneurship Sirkular melalui Integrasi Produksi Teh Kombucha dan Pemanfaatan Limbahnya di Thai Nguyen, Vietnam” itu berlangsung pada 6–12 April 2026 bekerja sama dengan Thai Nguyen University of Agriculture and Forestry (TUAF), Vietnam.
Kegiatan ini dipimpin Dr. Fadli Mulyadi, SP., MP., dengan anggota tim Endrika Widyastuti, S.Pt., MP., M.Sc., Ph.D., Juwita Ratna Dewi, S.TP., MP., Ph.D., serta Hariadi Darmawan, S.Pt., MP., Ph.D. Selain penandatanganan kerja sama internasional, Dosen FTP UB yang terlibat dalam program ini memberikan pelatihan produksi kombucha hingga pengolahan limbah menjadi pupuk kompos bagi masyarakat setempat.
Thai Nguyen sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi teh terbesar di Vietnam. Namun di balik potensi tersebut, para petani masih menghadapi berbagai persoalan mulai dari ketergantungan pada penjualan daun teh mentah dengan harga rendah, keterbatasan kemampuan manajerial dan kewirausahaan, hingga pengelolaan limbah produksi yang belum optimal.
Melalui program yang didukung hibah EQUITY tersebut, dosen FTP UB menawarkan pendekatan ekonomi sirkular berbasis zero waste. Limbah industri teh seperti debu teh dan residu fermentasi diolah kembali menjadi produk bernilai tambah tinggi.
Tidak hanya menghasilkan minuman kombucha, limbah sisa produksi juga dimanfaatkan menjadi kompos, bio-enzim, hingga berbagai produk inovatif lain seperti SCOBY leather, cairan pembersih berbasis vinegar, biostimulan, kemasan serat teh, sampai biochar.

Dr. Fadli Mulyadi menjelaskan, program ini dirancang untuk mendorong transformasi komunitas petani teh di Thai Nguyen agar tidak lagi hanya menjadi penjual bahan mentah, melainkan berkembang menjadi pelaku usaha berbasis inovasi dan keberlanjutan.
“Program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga penguatan kapasitas petani dalam pengelolaan usaha, pemasaran digital, pengemasan produk, hingga pembentukan kelembagaan usaha bersama,” ujarnya.

Dalam implementasinya, tim pengabdian membangun empat pilar utama. Pertama, diversifikasi produksi melalui pembangunan unit pilot kombucha berbasis teh lokal dengan standar produksi sederhana berbasis GMP, SSOP, dan HACCP. Kedua, pemanfaatan limbah berbasis ekonomi sirkular. Ketiga, penguatan kelembagaan melalui pembentukan “Kombucha Thai Nguyen Cooperative” dan Community-Based Innovation Hub hasil kolaborasi UB–TUAF.
Sementara pilar keempat difokuskan pada penguatan akses pasar melalui pelatihan pemasaran digital, desain kemasan berbasis storytelling lokal, hingga sistem traceability sederhana menggunakan QR code.

Program ini dijalankan dengan pendekatan PRA dan PAR melalui sosialisasi, FGD partisipatif, pemetaan potensi, pelatihan produksi, pendampingan pemasaran digital, hingga monitoring berkala. Dalam roadmap tiga tahun, program ditargetkan mampu memperluas kapasitas produksi, memperkuat kemitraan bisnis, serta mereplikasi model serupa di beberapa komunitas lainnya di Vietnam.

Berbagai luaran strategis juga telah disiapkan, mulai dari SOP produksi dan pengelolaan limbah, modul pelatihan, unit pilot produksi kombucha, prototipe produk limbah tervalidasi, akun e-commerce aktif, hingga terbentuknya koperasi dan pusat inovasi masyarakat.
Program internasional ini sekaligus menjadi bukti kontribusi nyata dosen UB dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, poin 9 tentang inovasi, poin 12 mengenai konsumsi dan produksi berkelanjutan, serta poin 13 terkait penanganan perubahan iklim. (adv/bua)




