Hj Lathifah Shohib; Dorong Perempuan Sekolah Lebih Tinggi

Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib

Malang Posco Media, Malang – Hj Lathifah Shohib merupakan perempuan pertama yang duduk sebagai Wakil Bupati Malang, sejak Kabupaten Malang berdiri tahun 760 Masehi. Lathifah pun memiliki semangat yang luar biasa membangun Kabupaten Malang lebih maju. Dia menjadi sosok nyata untuk melanjutkan semangat juang Kartini di masa kini.

“Bagi saya Kartini adalah inspirator. Perjuangannya dalam hal pemberdayaan perempuan dan penyetaraan gender patut dilanjutkan,’’ katanya.

Diwawancarai Malang Posco Media di ruang kerjanya, Lathifah mengaku sangat salut dengan perjuangan Kartini  dulu. Dia memiliki semangat bahwa perempuan tidak hanya sekadar ‘konco wingking’. Tapi perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, terutama dalam hal pendidikan, maupun pekerjaan.

“Disinipun demikian, kami sebagai Wakil Bupati Malang terus mendorong perempuan, mulai dari anak-anak tidak kalah dengan laki-laki dalam hal pendidikan.  Apapun kondisinya mereka harus bersekolah,’’ tambahnya.

-Advertisement-Advertisement

Karena menurut Lathifah dari pendidikan yang diperoleh itu, seseorang mendapatkan ilmu serta wawasan. Dari ilmu dan wawasan tersebut, dapat mengubah mainset dan dapat berpikir maju.

“Kami terus mendorong anak-anak, terutama mereka yang perempuan, untuk bersekolah. Mereka harus memiliki pendidikan, sehingga ke depan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, dan mengubah status hidupnya,’’ tambahnya.

Terkait persoalan pendidikan, Lathifah mengaku di Kabupaten Malang ada tantangan tersendiri. Yaitu Anak Tidak Sekolah (ATS). Tahun 2025 lalu, sesuai pendataan yang dilakukan ditemukan ada 19.500 anak tidak sekolah. Melihat kondisi ini, dirinya tidak diam. Bersama Bupati Malang HM Sanusi, ia berjuang untuk mengembalikan ATS agar mereka bisa kembali ke sekolah.

“Memang tidak mudah, tapi kami juga tidak putus asa. Mereka yang tidak sekolah kami dekati, sehingga mereka mau kembali ke sekolah. Baik itu secara formal, maupun penyetaraan. Alhamdulillah, sudah banyak yang kembali ke sekolah,’’ tambah politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini.

Targetnya, ditegaskan Lathifah tahun 2029 nanti, tidak ada anak di Kabupaten Malang yang putus sekolah atau tidak tidak bersekolah.

Lathifah pun mencontohkan dirinya. Sekalipun hidup di lingkungan pesantren, tapi dia sangat bersyukur bahwa dirinya bisa menyelesaikan pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Saya ini dibesarkan di lingkungan pesantren. Tapi saya bersyukur, orang tua kami mendukung seluruh anaknya untuk bersekolah. Dan itu terbukti, lima perempuan di keluarga kami semuanya sarjana. Sedangkan yang laki-laki mereka mondok Salaf,’’ ucapnya.

Lathifah juga menceritakan awal masuk dunia politik. Tahun 2013 lalu. Saat itu ditelepon salah satu petinggi DPP PKB, yang memberitahukan bahwa dirinya masuk sebagai kandidat calon anggota DPR RI. Lathifah mengaku sempat bingung. Namun demikian, karena ada support dari keluarga, dirinya pun mau.

“Saat itu saya  masih berstatus PNS. Kemudian mengundurkan diri. Saya mau dicalonkan sebagai anggota DPR RI, jika saya nomor satu. Sebagai bentuk emansipasi wanita. DPP waktu itu setuju, kemudian, saya jadi,’’ tambahnya.

Di DPR RI Lathifah masuk di Komisi X yang membidangi salah satunya pendidikan. Dia berjuang untuk beasiswa KIP. Dia mendapatkan kuota 500 orang dan semuanya tersalurkan.

“Sebagai wakil bupati pun demikian. Konsentrasi utama adalah bidang pendidikan. Tapi bukan yang lainnya diabaikan. Tetap diperjuangkan. Karena visi misi kami adalah Malang Makmur. Dari situ, kami ingin Kabupaten Malang betul-betul makmur, masyarakatnya sejahtera dan memiliki daya saing,’’ pungkasnya.(ira/jon)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *