Kejar Maling Perumahan, Satpam Tewas Ditikam

MALANG POSCO MEDIA, MALANG-Satpam Cemara Diamond Townhouse Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang, Mat Suhadi tewas, Minggu (10/5) kemarin pagi. Pria 51 tahun itu menghembuskan napas terakhir di RSSA Malang usai duel dengan dua pelaku kejahatan yang beraksi di tempat kerjanya.
Aksi heroik Mat Suhadi terjadi Sabtu (9/5) malam.
Pak Min sapaan akrab Mat Suhadi mengetahui lingkungan perumahan yang dijaganya dijarah maling. Perumahan tersebut masih dalam proses pembangunan. Pelaku kejahatan mencuri besi, galvalum, dan kabel di perumahan yang dijaga korban.
Mengetahui hal itu, Pak Min memberanikan diri mengejar pelaku dengan motor Honda Astrea Grand, sendirian. Sesampainya di dekat Jembatan Jalan Raya Cemorokandang di atas Kali Amprong, pelaku melawan dan menusuk korban.
Salah seorang warga bernama Ima (47), mengaku mengetahui kejadian tersebut ketika korban datang ke rumah keponakannya. Mat Suhadi tiba di rumah kerabat Ima yang berada di Jalan Santoso Kelurahan Cemorokandang, dalam kondisi terluka parah dan berlumuran darah.
“Sekitar pukul 19.00 WIB, korban ini jalan kaki dari arah jalan raya menuju rumah keponakannya. Kondisinya sudah penuh darah,” katanya, Minggu (10/5) kemarin.
Menurut Ima, selama menunggu bantuan medis datang, korban masih dalam kondisi sadar dan sempat menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya. Korban mengaku baru saja terlibat perkelahian dengan pelaku pencurian.
“Korban bilang habis mengejar maling. Pas sampai dekat Jembatan Amprong, pelakunya melawan dan sempat terjadi perkelahian sebelum korban ditusuk,” jelasnya.
“Dari informasi Pak Min, pelaku ini berjumlah dua orang naik motor,’’ sambungnya.
Setelah itu, korban berupaya meminta pertolongan dengan mendatangi rumah keponakannya di Jalan Santoso yang tak jauh dari lokasi kejadian.
Ia menambahkan, korban terus memegangi luka di bagian perut sambil sesekali duduk dan berdiri karena menahan sakit. Sekitar 30 menit kemudian, tim medis datang untuk memberikan pertolongan.
Namun kondisi korban terus menurun akibat luka tusuk yang cukup parah. Korban kemudian dilarikan ke RSSA Malang untuk menjalani penanganan medis lebih lanjut.
“Informasinya sempat operasi, tapi pagi tadi saya dapat kabar kalau korban meninggal dunia,” ceritanya.
Polisi langsung mendalami kasus penusukan yang menewaskan Mat Suhadi, warga Jalan Slamet (Baran Temboro) Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang.
Kasihumas Polresta Malang Kota Ipda Lukman Sobikhin menjelaskan, dari informasi yang diterima anggota Satreskrim Polresta Malang Kota dan Unit Reskrim Polsek Kedungkandang, bahwa korban ditusuk pelaku saat berupaya melakukan pengejaran.
“Korban ini warga Kelurahan Tlogowaru namun beberapa waktu terakhir berdomisili di kawasan perumahan tempatnya bekerja. Saat kejadian, korban bertugas sebagai penjaga malam di Perumahan Cemara Diamond Townhouse,” jelasnya saat dikonfirmasi, Minggu (10/5) kemarin.
Ia mengatakan, dari hasil penyelidikan awal, korban diduga memergoki pelaku yang sebelumnya melakukan pencurian di kantor pemasaran perumahan. Saat dilakukan pengejaran hingga kawasan bawah Jembatan Cemorokandang, pelaku justru melakukan perlawanan hingga terjadi perkelahian.
“Korban kemudian mengalami luka tusuk serius di bagian perut. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkan kepada kami melalui Polsek Kesungkandang sekitar pukul 19.00 WIB,” lanjutnya.
Petugas yang tiba di lokasi mendapati korban telah dievakuasi menuju RSSA Malang untuk mendapatkan penanganan medis. Polisi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan barang bukti berupa kusen galvalum yang diduga hasil curian.
Selain itu, polisi juga meminta keterangan sejumlah saksi di sekitar lokasi kejadian. Berdasarkan informasi sementara, pelaku pencurian memiliki ciri-ciri laki-laki berambut pendek, bertubuh tinggi besar, mengenakan jaket dan mengendarai sepeda motor matic.
“Korban ini memang sempat menjalani perawatan intensif di RSSA Malang. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia, Minggu (10/5), sekitar pukul 07.30 WIB. Kami juga mengamankan kusen galvalum yang informasinya adalah objek pencurian,” tandasnya.
Hingga kini, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan dan memburu pelaku penusukan tersebut. (rex/van)


