Komunitas Pecinta Anggur, Vitamin Tertinggi di Kulitnya, Antioksidan Tertinggi di Bijinya

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Tren budidaya anggur di wilayah Malang Raya terus berkembang cukup signifikan, dalam beberapa tahun terakhir. Meningkatnya jumlah penggiat tanaman anggur mendorong terbentuknya wadah komunitas sebagai sarana belajar bersama sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Hal ini kemudian melahirkan komunitas pecinta anggur, yang kini bernama Asosiasi Penggiat Anggur Indonesia (ASPAI) DPD Malang Raya yang mulai berdiri pada akhir Januari 2024. Kehadirannya merupakan bagian dari perkembangan Komunitas Anggur Indonesia tingkat nasional yang lebih dulu berdiri pada 17 Juli 2022 di Bogor.
“Momentum saat itu karena semakin masifnya penggiat anggur, sehingga perlu ada wadah yang baik agar lebih bermanfaat,” ungkap Ketua ASPAI DPD Malang Raya, Mochamad Saiful Rokim.
Menurutnya, buah dan tanaman anggur sendiri dipilih, karena memiliki potensi ekonomi yang besar. Meski bukan tanaman endemik Indonesia dan berasal dari wilayah subtropis, anggur dinilai tetap dapat tumbuh optimal di iklim tropis dengan metode perawatan yang tepat. “Dengan metode perawatan yang benar, anggur bisa panen dua kali dalam setahun. Sedangkan di negara subtropis umumnya hanya sekali,” tulisnya.
Selain itu, tingginya angka impor buah anggur menjadi peluang tersendiri bagi petani lokal. Nilai impor buah anggur dalam beberapa tahun terakhir disebut mencapai lebih dari Rp 7 triliun. “Kalau nilai sebesar itu bisa disubstitusi meskipun sedikit demi sedikit, peluang bisnisnya sangat terbuka,” lanjutnya.
Tak hanya bernilai ekonomis, buah anggur juga disebut memiliki banyak manfaat kesehatan karena kaya kandungan antioksidan dan vitamin A, C, serta K. Bahkan, kandungan terbaik disebut berada pada kulit dan bijinya. “Cara konsumsi yang baik adalah dimakan bersama kulit dan bijinya. Vitamin tertinggi ada di kulit, sedangkan antioksidan tertinggi ada di biji,” jelasnya.
Anggur kini menjadi salah satu komoditas dari sektor pangan khususnya buah-buahan, yang sangat potensial. Belajar dari komunitas, dengan bekal konsisten dan memanfaatkan lahan terbuka, bisa membudidayakan anggur dan menghasilkan uang.
“Kami juga melakukan edukasi dan mengajak masyarakat untuk bisa membudiayakan anggur. Hal ini menjadi salah satu program kami, dan kami juga turut mengajak untuk belajar dan berwisata ke kebun-kebun anggur yang telah dikembangkan oleh anggota kami,” tandasnya.(rex/lim)


