Megaproyek Sport Center Ratusan Miliar, Dewan Dukung Pembiyaan Skema BGS

Ketua DPRD Kota Batu HM Didik Subianto, SH.

MALANG POSCO MEDIA, KOTA BATU – Rencana besar Pemerintah Kota Batu untuk memiliki fasilitas olahraga terpadu (Sport Center) mulai menemui titik terang. Sadar bahwa megaproyek ini bakal menelan anggaran hingga ratusan miliar rupiah, angka yang mustahil jika hanya mengandalkan APBD pemkot memilih putar otak dengan membuka pintu bagi investasi swasta.

Langkah ini mendapat lampu hijau dari Ketua DPRD Kota Batu HM Didik Subianto, SH. Ia membocorkan bahwa saat ini sudah ada beberapa investor yang melirik proyek strategis di kawasan Jalur Lingkar Barat (Jalibar) tersebut. “Sudah ada beberapa investor yang datang, tinggal kesepakatannya saja,” ungkap Kaji Bianto sapaan akrab Ketua DPRD Batu.

Skema yang tengah dikaji adalah Build-Operate-Transfer (BOT) atau Bangun Guna Serah (BGS). Melalui pola ini, swasta akan membangun dan mengelola fasilitas tersebut dalam jangka waktu tertentu sebelum akhirnya aset dikembalikan ke pemerintah daerah.

“Legislatif siap mengawal penuh kebijakan ini demi mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa harus menguras kantong daerah (fiskal), asalkan berjalan transparan dan sesuai regulasi,” tegasnya.

Sebelumnya Kepala Bappelitbangda Kota Batu Bangun Yulianto menegaskan bahwa pola pemanfaatan aset daerah menjadi kunci utama dalam memikat para pemodal. “Kemampuan APBD kita sangat terbatas, sementara kebutuhan anggaran untuk proyek-proyek ini mencapai puluhan hingga ratusan miliar rupiah. Karena itu, diperlukan pembiayaan kreatif dengan melibatkan pihak swasta,” ujar Bangun.

-Advertisement-Advertisement

Bukan sekadar pembangunan biasa, ketiga proyek yang ditawarkan dirancang untuk mendongkrak sektor pariwisata, olahraga, hingga ekonomi kreatif di Kota Wisata Batu.  Tiga proyek tersebut meliputi Sport Center di Kawasan Jalibar diproyeksikan menjadi pusat olahraga modern dan wadah pembinaan atlet lokal. Fasilitas ini juga disiapkan untuk mampu menggelar berbagai kejuaraan olahraga tingkat regional maupun nasional.

Kemudian Mall UMKM atau Revitalisasi GOR Ganesha sekitar Alun-Alun. Lokasi yang berada di jantung kota, proyek ini akan menyulap kawasan GOR Ganesha menjadi pusat ekonomi baru yang modern. Mall ini khusus diorientasikan untuk memperluas pasar produk-produk kreatif lokal unggulan.

Selanjutnya Spiritual Botanical Garden yang juga di kawasan Jalibar akan mengusung konsep healing center. Destinasi baru ini memadukan ruang terbuka hijau (RTH) yang asri dengan aktivitas pemulihan jiwa serta wisata spiritual.

“Untuk target eksekusi 2027 dan kami akan meyakinkan para investor. Pemkot Batu menerapkan skema kerja sama pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD), salah satunya melalui pola Bangun Guna Serah (BGS) atau Build-Operate-Transfer (BOT). Melalui skema ini, swasta akan membangun dan mengelola proyek dalam jangka waktu tertentu sebelum nantinya aset tersebut dikembalikan ke pemerintah daerah,” paparnya.

Kabar baiknya, proses ini bukan lagi sekadar wacana di atas kertas. Bangun mengungkapkan bahwa seluruh kajian awal proyek telah rampung. Peluang investasi emas ini juga sudah dipajang secara resmi melalui platform Investment Project Ready to Offer (IPRO) milik DPMPTSP Kota Batu.(eri/lim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *