Ngliyep Gandeng Santerra, Bangun Wisata ala Pulau Sentosa hingga Jewel Waterfall Singapura

Ilustrasi

MALANGPOSCOMEDIA –  Keseriusan Pemerintah Kabupaten Malang untuk membangun wisata di Kawasan pantai selatan tampaknya segera terwujud. Terbaru, Pemkab Malang akan mengembangkan Pantai Ngliyep dengan menggandeng investor yang siap menggelontorkan investasi di atas Rp 100 miliar.

Melalui Perumda Jasa Yasa yang selama ini mengelola Pantai Ngliyep, Pemkab Malang telah membahasnya bersama pihak investor. Salah satunya yang disebut-sebut adalah pengelola sekaligus investor Florawisata Santerra de Laponte yang ada di Pujon.

Menurut keterangan Sektretaris Daerah Kabupaten (Sekda) Malang Budiar pihak Santerra telah bertemu dengan Bupati Malang HM Sanusi,  pada Rabu (1/7) malam. Bupati didampingi Budiar, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) dan tentunya Direktur Utama Perumda Jasa Yasa, R. Djoni Sudjatmoko.

Budiar menyampaikan bahwa  pihak investor akan membangun Pantai Ngliyep seperti Pulau Sentosa di Singapura, dilengkapi juga dengan air terjun buatan ala Jewel Waterfall yang ada di Bandara Changi Singapura. Rencananya juga akan ada pertunjukkan Song Of The Sea seperti layaknya di Pulau Sentosa, Singapura.

“Jadi konteksnya, investor yang dibawa oleh Perumda Jasa Yasa selaku pengelola Pantai Ngliyep, mengutarakan niat untuk berinvestasi di Pantai Ngliyep. Pembicaraannya belum pada nominal investasi. Tapi mereka ingin adanya kemudahan perizinan. Langsung direspon oleh bapak Bupati, agar perangkat daerah membantu dengan mempermudah perizinan,’’ terang Budiar.

Respon potitif dari Pemerintah Kabupaten Malang selain setuju dan mempermudah perizinan, juga siap membentuk tim. Tim ini terdiri dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, DPMPTSP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perhutani dan beberapa perangkat daerah lainnya. Tim ini akan akan melakukan peninjauan lapangan.

“Ya, nanti bersama dengan pihak Santerra kami melakukan uji lapangan. Titik mana saja yang akan dibangun oleh Santerra. Kami juga akan ke Kementerian Kelautan, untuk mempertanyakan regulasi batas pembangunan dari laut. Apakah diperbolehkan membuat bangunan menjorok ke laut,’’ tambah Sekda Budiar.

Sebelumnya Dirut Perumda Jasa Yasa, R. Djoni Sudjatmoko  menyampaikan ada lima investor yang tertarik, tapi  mengerucut ada dua yang bagus dari Semarang dan Jakarta. Investor dari Semarang yang dimaksud adalah Santerra de Laponte, bernaung di bawah PT Citra Pesona Alam Raya yang beralamat di Semarang.

R. Djoni Sudjatmoko, menjelaskan Pantai Ngliyep akan dikembangkan menjadi kawasan wisata dengan kelas nasional hingga internasional.  “Jadi itu untuk trigger pengembangan wisata di kawasan Malang Selatan. Kan menyambut jadinya jalan tembus dan tol keluarnya di Gondanglegi,” kata Djoni, Senin (6/7).

Pemkab Malang, lanjut Djoni, berharap agar wisata pantai Malang Selatan bisa berkembang pesat seperti di Bali.  “Iya, ada konsep seperti itu (air terjun buatan ala Singapura, red) ditiru atau dimodifikasi,” imbuhnya.

Kini, investor yang melirik kawasan Pantai Ngliyep sedang menyusun proposal secara keselurahan bentuk  perkembangannya.  “Insyaallah akhir Juli ini selesai,” kata Djoni.

Selain itu, juga ada rencana untuk membangun hotel, namun tidak di kawasan Pantai Ngliyep. “Jadi nanti hotelnya ada sendiri, tidak di kawasan Ngliyep,” tandasnya.

Sementara itu, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang kini masih menunggu desain detail pengembangan Pantai Ngliyep. Disparbud menyerahkan sepenuhnya percencanaan kepada investor dan Perumda Jasa Yasa.

“Ini masih tataran pengenalan, sehingga investor ini akan membawa kemana kebijakan pengembangan Pantai Ngliyep ini, juga bentuk wisatanya seperti apa, kami serahkan sepenuhnya kepada investor dengan PD Jasa Yasa. Sedangkan kami mendukung dan mendorong perizinan,” urai Kepala Disparbud Kabupaten Malang, Firmando H. Matondang. (den/bua)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *