Pedagang Seragam Sekolah di PBM Panen

RAMAI: Pedagang seragam mulai diserbu para orangtua jelang hari pertama masuk sekolah seperti yang tampak di Pasar Besar Kota Malang (PBM), Selasa (7/7) kemarin. MPM - ARVIDYA

Laris Terima Pesanan dari Berbagai Daerah

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027, Pasar Besar Kota Malang (PBM) kian dipadati warga yang berburu perlengkapan sekolah. Seragam menjadi salah satu kebutuhan yang paling banyak dicari, terutama oleh orang tua yang anaknya akan memasuki jenjang pendidikan baru.

Pedagang sekaligus pemilik konveksi seragam sekolah di Pasar Besar, Helda, mengungkapkan permintaan seragam meningkat tajam menjelang tahun ajaran baru. Tidak hanya pembelian eceran, pesanan dalam jumlah besar dari berbagai sekolah juga terus berdatangan.

“Bahkan ada satu sekolah yang memesan sampai 5.000 potong seragam, tergantung jumlah siswanya,” jelas Helda, Selasa (7/7) kemarin.

Menurutnya, pasar seragam yang dikelolanya tidak hanya melayani kebutuhan Malang Raya, tetapi juga menerima pesanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Untuk memenuhi tingginya permintaan, pihaknya menyiapkan stok dalam jumlah besar. Setiap ukuran diproduksi sekitar 500 potong untuk bawahan dan 1.000 potong untuk atasan.

Meski banyak melayani pesanan partai besar, pembelian satuan tetap menjadi andalan, terutama dari orang tua siswa jenjang TK dan SD yang mencari seragam siap pakai.

Terkait harga, Helda menyebut satu set seragam SD kelas I untuk siswa laki-laki dibanderol sekitar Rp160 ribu, sedangkan seragam perempuan dijual sekitar Rp170 ribu. Harga tersebut disesuaikan dengan ukuran seragam yang dibutuhkan.

“Kalau pesanan dari sekolah kami tinggal mengikuti nomor ukuran karena siswa sudah diukur sebelumnya. Untuk pembelian eceran, kami sesuaikan dengan ukuran tubuh anak,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu pembeli seragam, Suci Mas’ula asal Kecamatan Jabung Kabupaten Malang, sengaja datang ke Pasar Besar untuk membeli seragam bagi anaknya yang akan mulai bersekolah di tingkat Sekolah Dasar (SD).

“Anak saya baru masuk SD. Saya ke Pasar Besar untuk membeli seragam merah putih, pramuka, kerudung, dan kaus kaki,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Ula itu mengatakan, pihak sekolah memang memberikan bantuan seragam kepada siswa baru. Namun, bantuan tersebut tidak mencakup seluruh jenis seragam yang dibutuhkan selama proses belajar mengajar.

“Memang dapat seragam dari sekolah, tetapi untuk seragam merah putih dan pramuka harus membeli sendiri,” katanya.

Ula mengaku lebih memilih membeli seragam yang sudah jadi dibandingkan memesan ke penjahit. Selain lebih praktis, harga yang ditawarkan juga dinilai lebih ekonomis.

“Lebih enak beli yang sudah jadi karena praktis dan harganya juga lebih murah dibandingkan membeli kain lalu menjahitkannya,” pungkasnya. (rex/nug)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *