Pertama di Malang! Makan Stirfry Dimasak Robot

Malang Posco Media, Malang – Kawasan Jalan Bromo sisi utara kini semakin memantapkan posisinya sebagai destinasi kuliner hits di Kota Malang. Kehadiran sejumlah gerai baru menjadikan kawasan ini kian hidup, salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Setumpuk.
Mengusung konsep yang segar dan berbeda, Setumpuk hadir sebagai pelopor kuliner dengan proses memasak menggunakan teknologi robot stirfry pertama di Malang.
“Awalnya ingin konsep mangkuk kecil-kecil seperti di Thailand. Namun, kami akhirnya memilih model di mana pengunjung bisa memilih sendiri lauk protein mentah, sayur, hingga karbohidrat seperti mie, lalu semuanya dimasak menggunakan robot stirfry,” ujar Owner Setumpuk, Alvin Christofer.
Nama ‘Setumpuk’ sendiri bukan tanpa alasan. Alvin menjelaskan nama tersebut dikonotasikan sebagai ‘setumpuk rasanya’, merujuk pada kekayaan bumbu dan variasi isi yang bisa dinikmati dalam satu porsi.
Untuk bisa menikmati sajian di sini, begitu memasuki gerai pelanggan akan disambut oleh greeter dan area open kitchen yang bersih. Di sini, pelanggan dibebaskan berkreasi dengan 20 hingga 30 varian isi.
Sistemnya cukup sederhana. Mereka memilih isian dengan berat minimal 200 gram. Pilihannya sangat beragam, mulai dari protein seperti ayam, sosis, bakso, hingga daging sapi yang dikenal sangat empuk. Untuk karbohidrat, tersedia mie kuning, bihun, kwetiau, hingga pilihan sehat seperti shirataki, serta tak ketinggalan aneka sayuran segar.
Harganya pun cukup kompetitif, dibanderol mulai dari Rp19.000++ per 100 gram. Pengunjung bisa menyesuaikan porsi dengan selera maupun anggaran masing-masing.
Berbeda dengan gerai stirfry pada umumnya yang identik dengan bumbu mala atau kolagen, Setumpuk justru menonjolkan cita rasa lokal.
“Kami ingin sesuatu yang baru dan beda dengan mengedepankan rasa Nusantara. Paling favorit sejauh ini adalah bumbu asam pedas dan seblak. Untuk rekomendasi, kami menyarankan kari dan asam pedas,” tambah Alvin.
Tersedia pula pilihan bumbu lain seperti ayam bawang hingga bumbu Signature (manis gurih) yang bisa diolah secara digoreng maupun berkuah. Menariknya, bagi pengunjung yang tidak sanggup menghabiskan porsinya, pihak resto memperbolehkan makanan untuk dibawa pulang (take away).
Selain menu racikan sendiri, tersedia pilihan ala carte seperti Nasi Goreng yang dibanderol mulai Rp 20.000 ribuan. Menu favorit lainnya adalah Mie Kepiting (Nyemek) dan Nasi Telur Taiwan. Pengunjung juga mendapatkan akses bebas untuk kondimen seperti chili oil dan kerupuk.
Untuk camilan, Setumpuk memiliki menu ikonik yakni Siomay Rempah.
“Ini best seller kami dan dibuat sendiri. Disajikan dengan cocolan bumbu rempah khusus yang sangat kami rekomendasikan kepada setiap tamu,” kata Alvin.
Meskipun awalnya menyasar segmen keluarga, kini market Setumpuk mulai bergeser ke anak muda. Dengan kapasitas mencapai 100 hingga 120 orang, tempat ini sangat mendukung aktivitas Work From Cafe (WFC) karena didukung menu minuman yang bikin betah seperti kopi, cokelat, hingga matcha. Sebagai penutup, tersedia hidangan pencuci mulut yang menyegarkan seperti pudding coconut.
Dengan konsep unik dan sentuhan teknologi modern, Setumpuk menjadi warna baru bagi peta persaingan kuliner di Malang yang layak untuk dijelajahi. (nda)


