Rebutan 26 Ribu Kursi Sekolah Negeri, Sematkan AI di Portal SPMB

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang berupaya keras memberikan pelayanan yang lebih baik saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini. Meski skema penerimaan hampir sama, namun banyak perbaikan dilakukan. Terutama dalam sistem yang digunakan untuk penerimaan SPMB.
Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Disdikbud Kota Malang, Muflikh Adhim menyampaikan, salah satu yang cukup menonjol, yakni pihaknya menyematkan sentuhan AI untuk fitur bantuan bagi calon pendaftar SPMB.
Sehingga bisa meminimalisir kesulitan yang biasa ditemui oleh masyarakat atau calon siswa. Apapun pertanyaan atau kesulitan yang dihadapi, cukup memasukkan kata kuncinya lalu akan tersedia jawabannya dengan lengkap.
“Jadi tidak usah bingung browsing di laman itu. Cukup ‘Tanya AI’ saja, nanti akan dijawab. Itu yang kami istilahnya sematkan supaya memudahkan masyarakat untuk langsung mencari informasi yang dikehendaki. Jadi tidak usah browsing lagi,” terang Adhim, Rabu (20/5) kemarin.
Dengan kehadiran sentuhan AI ini, diharapkan masyarakat bisa lebih terbantu dan tidak sampai kebingungan ketika pendaftaran nanti. Tidak hanya secara online, pihaknya juga membuka posko SPMB pada 1 Juni nanti untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat. Terutama mengatasi persoalan klasik yang bisa saja terjadi seperti titik koordinat domisili yang kurang akurat.
“Kalau kemarin itu sebenarnya tidak ada keluhan yang berarti ya. Tapi mereka kadang bingung titiknya itu berubah, titik domisili peserta. Koordinatnya itu berubah sehingga memerlukan pergeseran-pergeseran tertentu. Nanti ada verifikator yang mengecek,” beber dia.
Peningkatan layanan untuk SPMB ini penting mengingat jumlah calon pendaftar pada tahun ini cukup banyak seperti tahun lalu. Total sebanyak 26.739 siswa akan berebut 15.928 kursi di sekolah negeri. Artinya, persaingan dan pendaftaran akan ketat, sehingga nantinya akan ada 10.811 siswa yang tidak bisa tertampung di sekolah negeri dan harus memilih swasta.
“Lulusan SD/MI ada 13.792 siswa. Sedangkan pagu SMP, itu hanya 7.360. Berarti sekitar 6.000 sekian itu tidak bisa kami tampung di SMP Negeri. Bisa ke swasta atau ke pondok dan lain sebagainya,” sebut Adhim.
Sementara untuk lulusan TK dan bersaing di SPMB tingkat SD, jumlahnya hampir sebanyak 13 ribu siswa. “Berdasarkan Dapodik ya, TK dengan RA, BA, itu ada 12.947 siswa. Untuk pagunya SD, kan 8.568 kursi. Berarti sekitar 4.000 sekian itu ke swasta,” pungkasnya. (ian/van)


