SMK Negeri 7 Malang Perkuat Sinergi Industri dan Karakter Pelajar Pancasila

Sheril Putri Fanesa Juara 1 Bidang Lomba Cookery Lomba LKS Tingkat Kota Malang

​MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Menjelang peringatan Hari Pendidikan Nasional, SMKN 7 Malang semakin mantap memosisikan diri sebagai institusi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Di bawah kepemimpinan Bapak Komeng, sekolah ini terus mengintegrasikan teknologi digital dengan penguatan karakter guna mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kokoh.

​Kepala SMKN 7 Malang, Suprijana, S.Pd, menjelaskan bahwa filosofi utama sekolah berangkat dari visi besar untuk menjadi lembaga yang bermutu unggul, berdaya saing global, namun tetap berwawasan lingkungan. Ia menekankan bahwa di era disrupsi ini, pendidikan tidak boleh lagi hanya terpaku pada penguasaan ilmu di dalam kelas.

​“Filosofi utama kami adalah membentuk lulusan yang kompeten, adaptif, dan berkarakter. Kami ingin murid-murid kami menjadi problem solver dan kreator yang mampu mengikuti perkembangan teknologi serta bersaing di tingkat internasional,” ujar Suprijana dengan penuh semangat.

​Guna mencapai target tersebut, SMKN 7 Malang menerjemahkan semangat Merdeka Belajar melalui penguatan Teaching Factory (TEFA). Dalam sistem ini, murid tidak hanya menerima teori, melainkan terlibat langsung dalam produksi karya dan simulasi dunia kerja yang nyata. Suprijana menjelaskan bahwa guru kini berperan sebagai fasilitator yang memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi minat dan bakatnya secara mandiri.

​Namun, kecakapan teknis saja tidaklah cukup. SMKN 7 Malang sangat menaruh perhatian pada pembentukan Profil Pelajar Pancasila. Sekolah secara konsisten menerapkan pembiasaan positif, seperti kegiatan “Jumat Berseri” yang mencakup aspek religi, literasi, kesehatan, hingga aksi kepedulian lingkungan. Untuk menjamin kenyamanan belajar, sekolah juga mengambil langkah tegas dalam menciptakan lingkungan inklusif.

​“Kami menerapkan kebijakan tegas anti-perundungan dengan membentuk satgas khusus. Murid didorong untuk berani melapor tanpa rasa takut, sementara setiap permasalahan ditangani secara edukatif dan berkeadilan,” tegasnya.

​Menghadapi tantangan masa depan, Suprijana menyoroti tantangan besar berupa kesenjangan antara kecepatan teknologi dengan kesiapan SDM. Oleh karena itu, dalam dua hingga tiga tahun ke depan, pihak sekolah berencana melakukan pembaruan besar-besaran pada fasilitas praktik agar selaras dengan standar industri modern.

​Menutup keterangannya dalam momentum Hardiknas, Suprijana memberikan pesan mendalam bagi para siswa dan pendidik. Ia berharap seluruh elemen pendidikan dapat saling mendukung demi kemajuan bersama.

​“Pada momentum Hardiknas ini, saya mengajak seluruh murid untuk terus semangat belajar dan berani mengembangkan potensi. Bagi tenaga pendidik, mari kita terus berinovasi dan membangun kemitraan dengan orang tua serta dunia industri. Dengan partisipasi semua pihak, pendidikan berkualitas benar-benar dapat dirasakan oleh setiap siswa tanpa terkecuali,” pungkasnya. (imm/adv/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *