Target 5 Besar Pupus, Sapu Bersih Sisa Laga!

Malang Posco Media, Malang – Arema FC dipastikan gagal memenuhi target finis di posisi lima besar pada akhir BRI Super League 2025/2026. Dengan koleksi 39 poin saat ini, perolehan maksimal Singo Edan hanya akan mencapai 48 poin, sementara tim peringkat enam, Dewa United, sudah mengoleksi 50 poin.
Dengan kondisi tersebut, Arema FC praktis hanya bisa membidik posisi terbaik di kisaran papan tengah, maksimal peringkat tujuh klasemen akhir. Itu pun dengan catatan Bhayangkara Presisi, Bali United, dan Persita—yang saat ini berada di atas Alfarizi dkk—tidak menambah poin hingga menyentuh 49.
Sebuah misi yang tidak mudah. Pasalnya, ketiga tim tersebut menunjukkan performa yang lebih konsisten sepanjang musim dibandingkan Arema FC.
Sebagai perbandingan, musim lalu saat kompetisi masih bernama BRI Liga 1, Arema FC finis di peringkat 10 dengan 47 poin. Untuk menyamai atau melampaui catatan tersebut, tim Singo Edan membutuhkan tambahan delapan poin dari tiga laga tersisa.
Tiga pertandingan tersebut mempertemukan Arema FC dengan PSM Makassar (kandang), PSBS Biak (tandang), dan PSIM Yogyakarta (kandang). Secara posisi klasemen, peluang terbuka karena ketiga lawan berada di bawah Arema FC. Namun, hal itu tetap membutuhkan keseriusan dan konsistensi permainan.
Saat ini, Arema FC memang berada di posisi aman dan telah memastikan diri lolos dari zona degradasi. Namun, manajemen menegaskan tidak ingin tim terlena dalam zona nyaman.
Dua kekalahan beruntun, yakni dari Persebaya Surabaya (0-4) dan Persik Kediri (2-3), menjadi alarm keras bagi tim untuk segera berbenah. Manajemen pun langsung mendesak seluruh elemen tim, mulai dari pelatih hingga pemain, untuk melakukan evaluasi menyeluruh.
General Manager Arema FC Yusrinal menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup tanpa diikuti perbaikan nyata di lapangan.
“Kami instruksikan dengan jelas, tiga laga tersisa harus menghasilkan poin maksimal, baik di kandang maupun tandang,” tegasnya.
Arema FC menargetkan kemenangan di seluruh sisa pertandingan sebagai bentuk tanggung jawab profesional sekaligus jawaban atas dukungan dan kritik dari Aremania.
“Kami berterima kasih kepada Aremania yang luar biasa dalam memberikan dukungan serta tetap respek dengan menyampaikan evaluasi secara elegan. Mari kita hadapi sisa musim ini bersama dan tunjukkan bahwa Arema adalah tim besar,” pungkas Yusrinal. (ley/jon)




