Tekad Pemain Arema FC Hadapi Kritik: Dari Janji Alfarizi hingga Komitmen Hansamu Yama dan Dendi Santoso

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Suasana emosional menyelimuti pertemuan antara pemain Arema FC dengan ratusan Aremania di Lapangan Dreams Football Pitch Pakis, Jumat (1/5) siang selepas latihan. Setelah mendengarkan permohonan maaf dari pelatih, giliran para pemain kunci yang berdiri di depan massa untuk merespons kritik tajam pasca-kekalahan dari Persebaya Surabaya.
Kapten tim, Johan Ahmat Alfarizi, menjadi sosok pertama yang memberikan pernyataan di hadapan suporter. Dengan nada bicara yang dalam, Alfarizi mengakui bahwa kekalahan kemarin tidak hanya melukai hati suporter, tetapi juga memberikan beban psikologis yang berat bagi seluruh pemain.
”Kita semua sudah merasakan sakitnya kemarin bagaimana, malunya bagaimana. Malu, marah, makan nggak enak, tidur pun nggak enak,” ungkap Alfarizi menggunakan megafon.
Dia menegaskan bahwa kehadiran Aremania di sesi latihan ini menjadi pemacu semangat bagi tim untuk menebus kesalahan di laga tandang melawan Persik Kediri.
Sementara itu, Hansamu Yama yang mendapat sorotan tajam dan kritikan dari berbagai sisi pasca-pertandingan kontra Persebaya, turut angkat bicara. Dia yang notabene pernah bermain bagi Persebaya, menyatakan menerima segala cemoohan tersebut sebagai konsekuensi dari performa di lapangan. Namun dia menegaskan komitmennya untuk bangkit.
”Yang lebih nggak enak kalah kemarin adalah kita pemain, terutama saya. Saya dicemooh di sebelah dan dicemooh di sini juga saya terima (alami) itu,” ujar Hansamu.
Dia juga menjanjikan perubahan sikap di lapangan pada laga-laga mendatang. “Kita berjanji semua, pertandingan selanjutnya melawan apa pun, kita akan fight buat kalian semua,” tegasnya.
Senada dengan rekan-rekannya, pemain senior Dendi Santoso juga ikut meyakinkan suporter bahwa tim masih memiliki semangat juang yang tinggi. Dendi menekankan pentingnya mentalitas dalam menghadapi empat pertandingan sisa yang sangat krusial bagi posisi Arema FC di klasemen.
”Saya meyakinkan kepada teman-teman bahwa pertandingan besok melawan Kediri (Persik) sangat penting. Kita layaknya manusia, berjuang sampai titik darah penghabisan,” tegas Dendi.
Dia menambahkan bahwa sebagai pemain profesional, mereka memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan hasil terbaik bagi klub yang telah memenuhi hak-hak mereka.
Pertemuan ini ditutup dengan tekad bulat dari seluruh elemen tim untuk membawa pulang tiga poin dari Kediri, sebagai bentuk penebusan atas kekecewaan para pendukung setia Singo Edan. (ley/jon)




