UB Hadirkan Program Medical Check Up Massal

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Universitas Brawijaya (UB) melakukan terobosan baru dalam meningkatkan kesejahteraan pegawainya dengan menyelenggarakan program pemeriksaan kesehatan menyeluruh atau General and Medical Check Up. Program ini direncanakan akan diluncurkan secara resmi bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei 2026 mendatang.
Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya UB, Prof. Muchamad Ali Safaat, menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran bahwa kualitas hidup dosen dan tenaga kependidikan (tendik) merupakan aset utama universitas. Menurutnya, paradigma kesejahteraan kini harus meluas melampaui aspek finansial.
”Kesejahteraan tidak selalu berupa gaji atau uang, tetapi juga kesehatan. Kami ingin kesehatan pegawai terjaga secara preventif karena tentu tidak ada orang yang ingin sakit,” ujar Prof. Ali.
Pemeriksaan ini tidak hanya menyasar staf tetap, namun mencakup seluruh elemen di lingkungan kampus, baik yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), non-ASN, maupun kontrak rektor. Dalam pelaksanaannya, UB membagi kategori pemeriksaan berdasarkan kelompok usia, yakni di bawah dan di atas 40 tahun, di mana kelompok senior akan mendapatkan prosedur pemeriksaan yang lebih mendalam.
Layanan kesehatan yang disediakan meliputi pemeriksaan kolesterol, asam urat, jantung, indeks massa tubuh, tes darah, hingga rekam jantung. Prof. Ali berharap hasil dari pemeriksaan ini menjadi alarm dini bagi pegawai untuk memperbaiki pola hidup.
”Melalui hasil pemeriksaan ini, kami berharap setiap pegawai mengetahui kondisi kesehatannya. Jika ada makanan yang harus dihindari atau perlu olahraga, mereka bisa menyesuaikan diri, misalnya dengan mengikuti senam rutin hari Jumat,” tambahnya.
Di sisi teknis, Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RS UB) telah menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh program ini. Direktur RS UB, Dr. dr. Viera Wardhani, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang melakukan sinkronisasi sarana dan tenaga medis guna memastikan pelayanan yang cepat dan akurat. ”Kami mengatur penjadwalan agar lebih efisien. Target kami, satu hari setelah pemeriksaan (H+1) hasil sudah bisa dikirimkan ke masing-masing individu,” terang dr. Viera. (imm/udi)




