Jalan Gondanglegi-Balekambang Ditarget Rampung Tahun Ini; Bongkar Empat Jembatan

MALANG POSCO MEDIA, MALANG – Proyek pelebaran jalan nasional yang menghubungkan Gondanglegi hingga Balekambang di Kecamatan Bantur Kabupaten Malang terus dikebut. Proyek yang dikerjakan tiga perusahaan ini ditarget rampung pada akhir tahun 2026.
Sejauh ini, progres pengerjaan pengaspalan secara keseluruhan telah menyentuh angka 70 persen dari total panjang jalan 30,4 kilometer. Saat ini juga tengah dibangun empat jembatan di Jalan Gondanglegi – Balekambang Bantur.
Site Operational Manager (SOM) Proyek, Muhammad Hamzah, menjelaskan bahwa pengerjaan dibagi menjadi dua paket utama. Paket 16A sepanjang ruas jalan 16 kilometer saat ini mencapai progres 65 persen. Sementara Paket 16B sepanjang 14 kilometer telah mencapai 70,5 persen.
“Untuk Paket 16B, pengaspalan sudah hampir 12 kilometer. Saat ini adalah pengerjaan di dua kilometer terakhir menuju Simpang Balekambang,” ujar Hamzah kepada Malang Posco Media, Rabu (6/5).
Di titik tersebut, petugas tengah melakukan tahap cut and fill (galian dan timbunan), penghamparan agregat, hingga pembangunan drainase atau plengsengan.
Selain jalan, proyek ini juga mencakup pembangunan enam jembatan. Empat di antaranya dibongkar total untuk direkonstruksi agar lebarnya sesuai dengan spesifikasi jalan baru. Sedangkan dua jembatan lainnya hanya menjalani rehabilitasi ornamen.
“Jadi, jembatan lama kami bongkar dengan penyesuaian lebar jembatan baru sesuai dengan lebar pengaspalan yang saat ini sudah kami kerjakan, ” kata Hamzah.
Pembangunan jembatan berada di Desa Wonokerto, Desa Srigonco, dan Desa Bantur. Di samping titik pembangunan jembatan, telah dibuatkan jembatan alternatif untuk kendaraan melintas.
Terkait target penyelesaian proyek Jalan Gondanglegi-Balekambang Bantur, Hamzah menyebutkan Paket 16B dipatok rampung pada September tahun ini. Sedangkan Paket 16A ditargetkan selesai pada Desember. “Itu target kami untuk penyelesaian sampai akhir proyeknya,” kata Hamzah.
Meski demikian, ia mengakui adanya kendala pembebasan lahan di beberapa titik karena faktor polemik nilai appraisal serta urusan internal pemilik lahan.
Hamzah menambahkan, guna mempercepat pengerjaan jalan arah Simpang Balekambang dan menghindari kemacetan parah, pihaknya berencana melakukan penutupan jalan pada periode Mei hingga Juni.
“Pekerjaan susah kalau banyak kendaraan wisatawan melintas, pekerjaan jadi terhambat,” ungkap Hamzah.
Kini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang dan Satlantas Polres Malang untuk mematangkan skema pengalihan arus lalu lintas. (den/jon)




