Kabar Haji 2026; Petugas Matangkan Skema Layanan Bandara Madinah, Ini Perubahan Layanan dan Alur Jamaah 2026

MALANGPOSCOMEDIA.COM – Menjelang kedatangan perdana jamaah haji Indonesia 2026, petugas Daerah Kerja (Daker) Bandara langsung bergerak cepat meninjau titik-titik krusial di Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Selasa (21/4/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan layanan sekaligus mengantisipasi lonjakan kedatangan jamaah, terutama pada skema fast track yang tahun ini meningkat signifikan.
Petugas haji Daerah Kerja (Daker) Bandara melakukan orientasi lapangan di sejumlah titik strategis di Bandara Prince Mohammad Bin Abdulaziz International Airport, Selasa (21/4/2026) pagi.
Tenaga Penghubung Indonesia–Arab Saudi wilayah kerja bandara, M. Yusuf Bahar, menjelaskan ada sejumlah lokasi krusial yang wajib dipahami petugas, terutama terkait alur kedatangan jamaah.
“Salah satunya adalah area Makkah Route, yaitu jalur khusus bagi jamaah fast track dari empat embarkasi, yakni Jakarta, Solo, Surabaya, dan Makassar. Kami jelaskan ke tim bagaimana alur kerjanya,” ujarnya.
Jumlah Jamaah Fast Track Naik 18 Persen
Yusuf mengungkapkan, terjadi peningkatan signifikan pada jumlah jamaah yang menggunakan layanan Makkah Route tahun ini.
“Ada kenaikan sekitar 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Melalui skema ini, jamaah haji Indonesia dapat langsung keluar melalui pintu khusus Makkah Route dan diarahkan ke bus dalam waktu maksimal 30 menit setelah tiba di bandara.
Selain jalur cepat, tim Daker Bandara juga meninjau kesiapan pintu keluar bagi jamaah non-fast track. Rata-rata jamaah akan keluar melalui gate nomor 3 dan 4 sebelum menuju transportasi yang telah disiapkan.
Sebelum diberangkatkan ke hotel, jamaah dapat beristirahat di area Hajj Pavilion yang dilengkapi fasilitas seperti pendingin ruangan, toilet, hingga klinik kesehatan di paviliun nomor 2. Total terdapat enam paviliun yang disiapkan untuk menunjang kenyamanan jamaah.
Pada musim haji 2026, terdapat perubahan kebijakan terkait penanganan bagasi. Koper jamaah, baik fast track maupun non-fast track, akan dikeluarkan melalui satu gedung khusus bagasi dan kargo.
“Lokasinya berada di belakang area fast track. Kami akan menyiagakan tim khusus untuk mengendalikan dan mendata bagasi jamaah,” jelas Yusuf.
Jamaah haji Indonesia mulai diberangkatkan ke Arab Saudi pada 22 April 2026. Kedatangan gelombang pertama di Madinah berlangsung hingga 6 Mei 2026.
Kloter pertama dari Embarkasi Yogyakarta di jadwal tiba di Madinah jam 06.15 waktu setempat, disusul Jakarta-Pondok Gede (JKG) dijadwalkan tiba di Bandara Madinah pukul 06.50 waktu setempat dan menggunakan layanan fast track untuk mempercepat proses keimigrasian.
Sementara itu, gelombang kedua jamaah haji Indonesia akan tiba melalui Bandara King Abdulaziz International Airport mulai 7 Mei hingga 21 Mei 2026.
Dengan berbagai penyesuaian dan peningkatan layanan ini, diharapkan proses kedatangan jamaah haji Indonesia di Arab Saudi berjalan lebih cepat, tertib, dan nyaman. (aim)

