Open Fest 2026 Dihadiri Teuku Wisnu & Shireen Sungkar, Malang Strudel and Farm Resmi Jadi Ikon Wisata Baru

Malang Strudel and Farm resmi bertransformasi menjadi destinasi wisata experience terpadu di Kota Batu melalui gelaran Open Fest 2026 yang dihadiri langsung oleh Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar.

Malang Posco Media, Malang – Malang Strudel secara resmi melakukan langkah transformasi besar yang menandai babak baru dalam sejarah perjalanan bisnisnya. Melalui perhelatan Open Fest 2026, brand yang selama ini dikenal luas sebagai penyedia oleh-oleh khas Malang ini mendeklarasikan diri sebagai destinasi wisata experience yang lengkap. Transformasi ini diwujudkan melalui pengembangan konsep farm terbaru di Kota Batu, sebuah langkah strategis yang memposisikan Malang Strudel and Farm sebagai pemain baru yang kompetitif di peta industri pariwisata Jawa Timur.

Kehadiran pasangan selebriti nasional, Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar, menambah bobot urgensi dari acara ini. Selaku pemilik Malang Strudel, keduanya turun tangan langsung memimpin jalannya Open Fest 2026 untuk memperkuat visi besar mereka di hadapan publik. Kehadiran mereka bukan sekadar sebagai wajah promosi, melainkan bentuk komitmen personal untuk memastikan Malang Strudel and Farm tumbuh menjadi ikon wisata baru yang ikonik dan memberikan dampak positif bagi wilayah Batu dan sekitarnya.

Manager Marketing and Sales Malang Strudel, Ajeng Herlin, mengungkapkan perubahan ini merupakan respon atas kebutuhan wisatawan yang menginginkan lebih dari sekadar berbelanja. Beliau menjelaskan bahwa Open Fest 2026 sengaja dirancang sebagai kick-off atau titik awal dari perjalanan panjang ke depan, bukan sekadar seremoni puncak yang selesai dalam satu hari. Dengan demikian, lokasi ini diproyeksikan menjadi ruang hidup yang dinamis bagi para wisatawan, anggota komunitas, hingga para pelaku industri pariwisata.

“Kami ingin menciptakan ekosistem di mana Malang Strudel and Farm menjadi rumah bagi semua kalangan. Open Fest ini adalah awal dari rangkaian acara besar yang akan terus digelar secara rutin di sini,” ujar Ajeng di sela-sela acara.

Menurutnya, struktur acara dibuat sangat terencana dengan membagi kegiatan ke dalam tiga sesi utama guna menyatukan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari komunitas publik, pelaku industri profesional, hingga segmen keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap inklusivitas, sesi pertama acara dibuka sepenuhnya tanpa biaya masuk bagi masyarakat umum. Pihak manajemen bahkan menyediakan suguhan kuliner gratis bagi 500 pengunjung pertama yang hadir di lokasi. Ajeng menegaskan langkah ini merupakan sinyal kuat bahwa Malang Strudel and Farm ingin dikenal sebagai destinasi yang terbuka dan ramah untuk semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali, mempererat hubungan antara brand dengan konsumen.

Malang Strudel and Farm resmi bertransformasi menjadi destinasi wisata experience terpadu di Kota Batu melalui gelaran Open Fest 2026 yang dihadiri langsung oleh Teuku Wisnu dan Shireen Sungkar.

Selain aspek komersial, kolaborasi dengan komunitas lokal menjadi DNA utama yang sangat ditonjolkan dalam transformasi ini. Open Fest 2026 berhasil merangkul lebih dari 10 komunitas lokal dalam satu atap, mulai dari komunitas pecinta reptil hingga para pengrajin di sanggar batik. Hal ini memperlihatkan peran nyata Malang Strudel and Farm sebagai wadah bagi ekosistem kreatif di Malang Raya, di mana setiap komunitas diberikan ruang untuk berekspresi dan berinteraksi langsung dengan pengunjung.

Ajeng menambahkan, jaringan industri pariwisata dirangkul secara erat sejak hari pertama. Pada sesi kedua, pihak manajemen mengundang rekan-rekan dari perhotelan, restoran, agen perjalanan, hingga awak media untuk berkolaborasi. Visi yang diusung adalah menjadikan Malang Strudel and Farm sebagai simpul kolaborasi dalam ekosistem pariwisata Batu, sehingga destinasi ini bisa tumbuh bersama sebagai bagian dari kemajuan pariwisata daerah.

Sebagai penutup, seluruh rangkaian acara ini menegaskan bahwa Malang Strudel kini lebih mengedepankan aspek experience dibandingkan hanya sekadar menjual produk fisik. Melalui suguhan pertunjukan budaya bertajuk Jatimnesia hingga atraksi juggling bartender, Open Fest 2026 menjadi bukti nyata pergeseran identitas brand. Ajeng Herlin menyatakan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah menjual kenangan dan pengalaman berkesan, sehingga pengunjung tidak lagi hanya pulang membawa kotak strudel, tetapi juga membawa cerita indah. (sam/nda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *