31 Wisatawan Surabaya Positif Narkoba, Pelaku Pengeroyokan dan Perusakan di Pantai Wedi Awu Diburu

MALANG POSCO MEDIA – Plot twist! Puluhan wisatawan yang merupakan karyawan e-commerce asal Surabaya yang menjadi korban pengeroyokan dan perusakan oleh ratusan massa, Selasa (5/5) dinihari di sebuah villa di kawasan Pantai Wedi Awu, ternyata terlibat narkoba. Dari 69 total rombongan, 31 orang dinyatakan positif narkoba setelah menjalani tes urine.

Kini mereka masih diamankan sambil menunggu koordinasi Satresnarkoba Polres Malang dengan BNN Kabupaten Malang untuk proses rehabilitasi. Sedangkan 38 orang lainnya tidak terindikasi narkoba dan dipulangkan. Sementara untuk kasus pengeroyokan dan perusakan enam mobil, polisi masih melakukan perburuan terhadap para pelaku.

Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi mengungkapkan pemeriksaan urine dilakukan terhadap anggota rombongan wisatawan yang berjumlah 69 orang.  Langkah ini diambil sebagai bagian dari tindak lanjut pendalaman pasca keributan yang mengakibatkan enam mobil rusak dan enam orang terluka di villa Pantai Wedi Awu.

“Dari total 69 orang yang telah diperiksa tes urine, sebanyak 31 orang dinyatakan positif narkotika. Dengan rincian 21 orang positif ganja, enam orang positif sabu, dan empat orang positif keduanya (ganja dan sabu),” ungkap AKBP Taat, Rabu (6/5).

Kini, nasib ke-31 orang wisatawan tersebut ditangani Satresnarkoba Polres Malang dan BNN Kabupaten Malang untuk proses asesmen lebih lanjut. Sementara itu, 38 rekan mereka yang dinyatakan negatif atau tidak terindikasi penyalahgunaan narkoba telah dipulangkan ke Surabaya menggunakan bus bantuan BPBD Kota Surabaya.

AKBP Taat menambahkan, pihaknya tetap mengedepankan pendekatan hukum yang profesional dan proporsional dalam menangani temuan wisatawan dari Surabaya positif narkoba. “Penanganan akan kami lakukan sesuai prosedur, baik dari sisi hukum maupun aspek rehabilitasi bagi yang memenuhi kriteria,” paparnya.

Meski temuan penyalahgunaan narkoba ini menjadi perhatian, polisi masih memiliki pekerjaan rumah yaitu mengungkap siapa dalang di balik perusakan enam unit mobil dan kekerasan fisik yang menimpa para wisatawan asal Surabaya.

Sejauh ini, Kapolres Malang masih irit dalam memberikan keterangan terkait peristiwa mencekam dugaan perusakan dan pengeroyokan pada dini hari waktu itu. “Belum bisa sampaikan secara detail kronologinya karena memang masih dalam tahap proses penyelidikan, pengumpulan bahan keterangan (pulbaket), ” kata AKBP Taat.

Saat disinggung mengenai adanya provokasi dari wisatawan Surabaya yang menyanyikan lagu hinaan yang memicu massa menyerang, mantan Kapolres Tulungagung ini juga menyampaikan hal tersebut masih sedang didalami. “Ya, sekali lagi kalau terkait dengan detail peristiwa kemudian waktu kegiatan kami masih mendalami, karena pemeriksaan dari teman-teman reskrim masih berjalan,” imbuhnya.

Namun Ia mengakui bila rombongan wisatawan berasal dari pihak perusahaan yang sedang melaksanakan acara di villa Pantai Wedi Awu. Ia juga menegaskan bila enam orang mengalami luka-luka. “Hal-hal lain itu masih dalam proses penyelidikan. Jumlah saksi masih dalam proses, nanti disampaikan lebih lanjut,” ujarnya.

Taat menegaskan terus melakukan penyelidikan serta pengejaran terhadap para terduga pelaku insiden pengeroyokan dan pengerusakan yang terjadi di Pantai Wedi Awu. “Kami tetap mendalami kasus utama dan melakukan pengejaran terhadap pelaku yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut,” pungkasnya.

Sebelumnya, diduga melakukan live di media sosial dan menghina Arema, rombongan wisatawan asal Surabaya yang menginap di villa di kawasan Pantai Wedi Awu dikeroyok ratusan massa. Akibat peristiwa yang berlangsung Selasa (5/5) pukul 03.00 dinihari itu, enam orang mengalami luka di bagian kepala. Sedangkan enam mobil mengalami kerusakan lumayan parah.(den/lim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *