MAN 2 Kota Malang Perkuat Mutu Lewat EDM-RKTM

SAMBUTAN: Ketua Komite MAN 2 Kota Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. memberikan sambutan dan mendukung penyusunan Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madrasah (RKTM) 2026.
Pemutihan Pajak Daerah 2026

MALANG POSCO MEDIA, MALANG– MAN 2 Kota Malang mulai menyusun Evaluasi Diri Madrasah (EDM) dan Rencana Kerja Tahunan Madrasah (RKTM) 2026 pada awal pekan kemarin.

Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Data Menjadi Aksi” tersebut berlangsung di Aula PSBB MAN 2 Kota Malang dan dijadwalkan berlangsung selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2026.

Kegiatan dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang, H. Achmad Shampton, S.Ag., M.Hi. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. H. Samsudin, M.Pd., jajaran wakil kepala madrasah, perwakilan guru, Kepala TU Sugeng Winarto, S.Pd., M.Pd.I., serta Ketua Komite MAN 2 Kota Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd.

Pemutihan Pajak Daerah 2026

Gus Shampton menyampaikan, data dalam evaluasi madrasah tidak boleh berhenti sebagai dokumen administratif. Data harus menjadi dasar untuk menentukan prioritas dan menyusun program perbaikan. “Data jangan hanya dikumpulkan dan disimpan. Data harus dibaca, dianalisis, dan dievaluasi untuk menentukan prioritas dan melahirkan aksi nyata. Dari data kita mengetahui posisi kita dan menentukan langkah perbaikan,” ujarnya.

Ia juga meminta setiap capaian madrasah dijadikan bahan evaluasi. Prestasi yang telah diraih perlu dipelajari agar dapat dipertahankan dan dikembangkan. Sementara hasil yang belum sesuai target menjadi dasar untuk melakukan perbaikan. “Prestasi jangan hanya dirayakan, tetapi juga dipelajari. Apa yang membuat kita berhasil harus dipertahankan dan dikembangkan, sedangkan yang belum berhasil menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan,” katanya.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., mengatakan EDM menjadi dasar untuk mengetahui kondisi riil madrasah sebelum menyusun program kerja. “EDM harus menjadi cermin bagi madrasah untuk melihat apa yang sudah berhasil, apa yang belum maksimal, dan apa yang perlu diperbaiki. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam menyusun RKTM sebagai arah dan langkah strategis madrasah,” jelasnya.

Menurut Samsudin, program yang disusun harus berdasarkan kebutuhan nyata, memiliki prioritas, serta dapat diukur hasilnya. “Kita ingin program yang berbasis data, memiliki prioritas yang jelas, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komite MAN 2 Kota Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd., menegaskan komite akan mengambil peran sebagai mitra strategis madrasah. “Komite harus menjadi mitra strategis yang tidak hanya hadir ketika dibutuhkan, tetapi ikut berpikir, merencanakan, dan membangun masa depan madrasah,” ujarnya. (hud/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *